
Jakarta – Telur menjadi salah satu makanan favorit untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Namun, cara mengolahnya ternyata dapat memengaruhi kualitas nutrisi dan dampaknya bagi tubuh.
Chef sekaligus praktisi kebugaran Edwin Lau membagikan pengalamannya selama puluhan tahun mengonsumsi telur. Melalui akun Instagram miliknya, ia mengungkap bahwa metode memasak yang tepat membuatnya tetap bisa menikmati banyak telur tanpa mengalami masalah kulit seperti bisul dan jerawat.
Edwin mengaku telah mengonsumsi lebih dari 100 ribu butir telur selama menjalani gaya hidup bodybuilding selama 30 tahun terakhir. Namun, pada awalnya ia sering mengolah telur dengan cara digoreng, diceplok, atau dibuat dadar.
“Dulunya telur saya goreng, diceplok, atau didadar, alhasil bisul dan jerawatan,” ungkap Edwin Lau.
Setelah mengganti metode memasaknya menjadi dikukus, ia mengaku tidak lagi mengalami masalah tersebut. Menurutnya, teknik mengukus bukan hanya kebetulan, tetapi memiliki alasan ilmiah di baliknya.
Mengapa Telur Kukus Disebut Lebih Baik?
Menurut Edwin, mengukus merupakan salah satu metode memasak yang lebih lembut karena mampu mempertahankan kandungan nutrisi makanan lebih baik. Selain itu, proses ini tidak membutuhkan tambahan minyak sehingga jumlah kalori yang masuk juga lebih terkontrol.
Ia menjelaskan bahwa dibandingkan menggoreng, proses kukus menggunakan suhu yang lebih rendah sehingga risiko kerusakan nutrisi akibat panas berlebih dapat diminimalkan.
Sementara itu, pengolahan telur dengan cara digoreng dapat membuat makanan terkena suhu tinggi dan ditambah dengan penggunaan minyak. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas lemak serta mengurangi kandungan antioksidan alami dalam telur.
Menurut Edwin, penggunaan minyak goreng tertentu dan proses pemanasan berulang juga dapat menghasilkan lemak trans yang kurang baik bagi tubuh. Hal inilah yang menurutnya dapat memicu munculnya berbagai respons tubuh, termasuk masalah kulit seperti jerawat.
Telur Tidak Selalu Menjadi Penyebab Kolesterol Tinggi
Selain membahas metode memasak, Edwin juga menyoroti anggapan bahwa konsumsi telur dalam jumlah banyak selalu berbahaya karena kolesterol.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kolesterol jahat tidak hanya dipengaruhi oleh telur, tetapi juga berkaitan dengan cara pengolahan, jenis minyak yang digunakan, lama proses memasak, bumbu tambahan, serta makanan pendamping yang dikonsumsi bersama telur.
Karena itu, menurutnya, memilih cara memasak yang lebih sehat menjadi hal penting agar manfaat telur dapat diperoleh secara maksimal.
Tips Mengukus Telur ala Chef Edwin Lau
Berikut langkah-langkah mengolah telur kukus yang dibagikan Edwin Lau:
- Pilih telur ayam dengan kualitas baik. Ciri-cirinya antara lain cangkang kuat, permukaan mulus tanpa bercak hitam, warna cokelat cukup gelap, bentuk normal, serta lolos uji apung.
- Siapkan alat kukus berukuran cukup besar. Didihkan air terlebih dahulu menggunakan api dan pastikan tutup kukusan sudah tersedia.
- Cuci telur hingga bersih, kemudian susun di dalam kukusan. Kukus selama sekitar 15 menit agar telur matang sempurna dan membantu membunuh bakteri. Jumlah telur sebaiknya tidak terlalu banyak agar tidak mudah retak.
- Sambil menunggu telur matang, siapkan wadah berbahan stainless steel atau kaca yang berisi air dingin. Es batu dapat ditambahkan untuk membantu proses pendinginan.
- Setelah telur selesai dikukus, segera pindahkan dan rendam telur ke dalam air dingin hingga seluruh bagian terendam.
- Simpan telur dalam wadah tertutup di dalam kulkas dengan suhu sekitar 4-6 derajat Celsius. Dengan penyimpanan yang tepat, telur kukus dapat bertahan lebih dari tujuh hari.
- Saat ingin dikonsumsi, telur dapat langsung dikupas dan dimakan atau diolah kembali bersama saus maupun lauk lainnya.
- Untuk jumlah konsumsi, Edwin menyesuaikannya dengan aktivitas. Saat rutin berolahraga, ia biasa mengonsumsi sekitar 4-5 butir telur pada pagi hari, 2-3 butir saat makan siang, dan 2-3 butir saat makan malam. Pada hari tanpa olahraga, ia mengonsumsi sekitar 5 butir telur kukus per hari.
Meski telur merupakan sumber protein yang baik, kebutuhan setiap orang tetap berbeda tergantung kondisi tubuh, aktivitas, dan pola makan secara keseluruhan. Mengolah telur dengan cara yang lebih sehat dapat menjadi salah satu langkah untuk mendapatkan manfaat nutrisinya secara optimal.
