
Jakarta – Kopi selama ini dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan energi dan fokus. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tertentu juga berkaitan dengan risiko stres dan gangguan mental yang lebih rendah.
Meski bukan berarti kopi dapat menjadi obat untuk masalah kesehatan mental, para peneliti menemukan adanya hubungan menarik antara kebiasaan minum kopi dan kondisi psikologis seseorang.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders ini memberikan gambaran baru mengenai potensi manfaat kopi bagi kesehatan mental. Dikutip dari ScienceAlert, berikut penjelasan lengkapnya.
1. Penelitian melibatkan ratusan ribu orang
Riset yang dilakukan oleh peneliti dari Fudan University menganalisis data sebanyak 461.586 individu dalam kurun waktu lebih dari 13 tahun.
Pada awal penelitian, seluruh peserta diketahui tidak memiliki gangguan kesehatan mental. Para peneliti kemudian membandingkan kebiasaan konsumsi kopi mereka dengan catatan diagnosis terkait kondisi mental.
Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi tertentu dengan risiko lebih rendah mengalami gangguan seperti stres, kecemasan, dan masalah suasana hati.
2. Dua hingga tiga cangkir sehari disebut paling ideal
Peneliti menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang memberikan hasil paling baik.
Orang yang minum sekitar 2-3 cangkir kopi per hari memiliki risiko gangguan mental paling rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali maupun yang mengonsumsinya secara berlebihan.
Para peneliti menyebut pola ini sebagai hubungan berbentuk J, yang berarti manfaat dapat terlihat pada konsumsi moderat, tetapi tidak selalu meningkat jika jumlahnya terus ditambah.
3. Berlebihan minum kopi justru bisa berdampak buruk
Walaupun memiliki potensi manfaat, kopi tetap perlu dikonsumsi dalam batas wajar.
Studi menemukan bahwa konsumsi lima cangkir atau lebih per hari justru berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan seperti kecemasan dan perubahan suasana hati.
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah konsumsi menjadi faktor penting. Efek positif kopi tidak akan terus bertambah apabila dikonsumsi terlalu banyak.
4. Manfaat ditemukan pada berbagai jenis kopi
Menariknya, kaitan positif antara kopi dan kesehatan mental ditemukan pada berbagai jenis kopi, termasuk kopi bubuk, kopi instan, hingga kopi tanpa kafein.
Dalam penelitian tersebut, peneliti juga memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti usia dan gaya hidup peserta, untuk mengurangi kemungkinan hasil penelitian dipengaruhi faktor lain.
Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena konsumsi kopi peserta hanya dicatat pada awal penelitian sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
5. Kopi memiliki senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan otak
Para peneliti menduga manfaat kopi terhadap kesehatan mental berkaitan dengan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.
Senyawa tersebut dipercaya memiliki efek antiinflamasi dan dapat memengaruhi aktivitas otak yang berhubungan dengan suasana hati.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap masalah kesehatan mental di dunia, temuan ini memberikan wawasan baru bahwa kebiasaan sederhana seperti konsumsi kopi dalam jumlah tepat mungkin dapat menjadi salah satu bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Meski begitu, menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, berolahraga, dan mengelola stres tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan mental.
