
Jakarta – Kopi memang sering menjadi minuman andalan untuk menjaga tubuh tetap berenergi di pagi hari. Namun, ketika flu dan batuk menyerang, konsumsi kopi perlu lebih diperhatikan. Kafein di dalamnya dapat memberikan sejumlah efek yang kurang menguntungkan selama tubuh berada dalam masa pemulihan.
Memasuki musim hujan, keluhan seperti pilek, flu, dan batuk kerap dialami banyak orang. Ketika sedang sakit, tubuh membutuhkan istirahat yang cukup serta asupan cairan untuk mendukung proses pemulihan.
Lantas, apakah kopi harus benar-benar dihindari ketika sedang flu?
Dikutip dari HuffPost, sejumlah ahli kesehatan menjelaskan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsi kopi saat tubuh sedang tidak fit.
1. Perhatikan Dampaknya terhadap Tidur
Tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan ketika tubuh sedang melawan infeksi. Sementara itu, kafein bekerja sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.
Menurut Suan Hassig, profesor emerita epidemiologi dari Tulane University, efek tersebut berpotensi membuat seseorang lebih sulit beristirahat ketika sedang sakit.
Konsumsi kopi dalam jumlah banyak, terutama menjelang sore atau malam, dapat mengganggu kualitas tidur. Padahal, waktu istirahat yang cukup dibutuhkan agar sistem imun dapat bekerja secara optimal.
2. Jangan Abaikan Kebutuhan Cairan
Kafein memiliki efek diuretik ringan yang pada kondisi tertentu dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Efek ini umumnya tidak menjadi masalah bagi orang yang sudah terbiasa minum kopi, tetapi perlu diperhatikan ketika tubuh sedang sakit.
Daniel Monti dari Jefferson Health menjelaskan bahwa kebutuhan cairan perlu menjadi prioritas saat kondisi tubuh menurun.
Risiko kekurangan cairan akan semakin besar jika flu atau infeksi disertai muntah dan diare. Dalam kondisi seperti ini, air putih lebih dianjurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
3. Kopi Bisa Mengganggu Pencernaan
Bagi sebagian orang, kopi dapat merangsang aktivitas saluran pencernaan dan membuat buang air besar lebih cepat. Minuman ini juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung pada orang yang sensitif.
Jika penyakit yang dialami turut menimbulkan mual, sakit perut, atau diare, konsumsi kopi berpotensi membuat keluhan pencernaan semakin mengganggu.
Karena itu, orang yang mengalami gangguan pencernaan saat sakit sebaiknya mempertimbangkan untuk sementara mengurangi atau menghindari kopi.
4. Jumlah Kopi Tetap Perlu Dibatasi
Tidak ada aturan yang secara mutlak melarang seseorang minum kopi ketika sedang flu. Bagi orang yang terbiasa mengonsumsi kafein, satu cangkir kopi pada pagi hari umumnya masih dapat ditoleransi selama tidak menimbulkan keluhan.
Hassig menyebut konsumsi dalam jumlah kecil bahkan dapat membantu mencegah sakit kepala yang muncul akibat penghentian kafein secara mendadak.
Meski begitu, kopi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Hindari pula minum kopi terlalu sore atau malam karena dapat mengurangi waktu tidur. Jika flu disertai muntah atau diare, membatasi kafein menjadi semakin penting.
5. Utamakan Minuman yang Membantu Hidrasi
Ketika tubuh sedang melawan infeksi saluran pernapasan, mencukupi kebutuhan cairan menjadi salah satu hal yang penting. Air putih merupakan pilihan utama karena dapat membantu menjaga hidrasi tanpa memberikan beban tambahan pada sistem pencernaan.
Selain air, jus buah alami juga dapat menjadi pilihan. Teh herbal hangat pun bisa dikonsumsi untuk memberikan rasa nyaman, terutama ketika tenggorokan terasa tidak nyaman.
Bagi orang yang masih ingin mendapatkan sedikit asupan kafein, teh hijau dapat menjadi alternatif dengan kandungan kafein yang umumnya lebih rendah dibandingkan kopi.
Pada akhirnya, minum kopi saat flu tidak selalu harus dihindari sepenuhnya. Namun, kondisi tubuh, jumlah konsumsi, kualitas tidur, dan kecukupan cairan tetap perlu menjadi pertimbangan. Jika kopi justru membuat gejala semakin tidak nyaman, sebaiknya hentikan sementara dan prioritaskan istirahat serta hidrasi.
