
Jakarta – Pandemi COVID-19 memaksa banyak orang mengubah arah karier, termasuk Claire Tan, mantan pramugari Emirates yang terkena pemutusan hubungan kerja. Siapa sangka, pengalaman tersebut justru menjadi titik awal kesuksesannya membangun bisnis bagel bergaya New York di Malaysia.
Mengutip New Straits Times pada 12 Juli 2026, Claire telah menghabiskan lima tahun bekerja sebagai awak kabin Emirates sebelum gelombang PHK besar-besaran membuatnya kehilangan pekerjaan. Setelah kembali ke Kuala Lumpur, ia memanfaatkan waktu di rumah untuk mengembangkan hobi membuat roti yang telah lama dipelajari secara mandiri.
Berawal dari dapur rumah, Claire mulai bereksperimen menciptakan bagel khas New York yang kemudian dibagikan kepada keluarga dan teman-teman. Meski mendapat respons positif dari orang terdekat, banyak pihak meragukan peluang bisnis tersebut karena bagel dianggap belum populer di Malaysia.
Alih-alih menyerah, Claire tetap melanjutkan usahanya dengan skala kecil. Hampir seluruh proses produksi ia tangani sendiri, mulai dari meracik adonan, memanggang, hingga mengemas pesanan pelanggan.
Seiring waktu, jumlah pemesan terus bertambah sehingga usahanya berkembang pesat. Brand yang diberi nama Grumpy Bagels itu akhirnya membuka toko fisik pertamanya untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi.
Keunikan Grumpy Bagels tidak hanya terletak pada menu yang ditawarkan. Claire sengaja memilih bangunan-bangunan tua bernilai historis sebagai lokasi gerainya. Bangunan tersebut dipugar tanpa menghilangkan karakter aslinya sehingga menghadirkan suasana yang khas dan berbeda.
Konsep tersebut berhasil menarik perhatian banyak pelanggan. Selain menikmati aneka varian bagel, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman bersantap di bangunan bersejarah dengan sentuhan desain modern.
Meski kini bisnisnya berkembang pesat, Claire mengakui perjalanan menuju kesuksesan tidak berlangsung instan. Ia harus mempelajari banyak hal yang sebelumnya tidak pernah ditemui saat masih bekerja di industri penerbangan, mulai dari operasional dapur, pengelolaan usaha, hingga memahami kebutuhan konsumen.
Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Claire berhasil mengubah masa sulit setelah PHK menjadi peluang bisnis yang sukses. Kini Grumpy Bagels dikenal luas dan menjadi salah satu destinasi kuliner yang banyak diminati di Kuala Lumpur.
