
Jakarta – Menjaga kadar gula darah tetap stabil tidak hanya bergantung pada pola makan secara keseluruhan, tetapi juga pada jenis pemanis yang digunakan setiap hari. Sejumlah ahli menyebut stevia sebagai salah satu pilihan terbaik karena dinilai lebih ramah terhadap kadar gula darah dibandingkan pemanis lainnya.
Gula darah berasal dari glukosa yang dihasilkan saat tubuh mencerna makanan dan minuman, terutama yang mengandung karbohidrat. Setelah dicerna, glukosa diserap usus halus lalu dialirkan melalui darah untuk menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh.
Selain berasal dari makanan, tubuh juga mampu menghasilkan glukosa sendiri. Hati menyimpan cadangan gula dalam bentuk glikogen yang dapat dilepaskan ketika tubuh membutuhkan energi, misalnya saat berpuasa atau tidak makan dalam waktu lama.
Karena itu, menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal sangat penting untuk mendukung fungsi organ sekaligus menurunkan risiko berbagai komplikasi kesehatan.
Salah satu langkah yang disarankan adalah membatasi konsumsi gula pasir dan menggantinya dengan pemanis alami yang memiliki dampak lebih kecil terhadap lonjakan gula darah. Berikut beberapa pilihannya.
1. Sirup Agave
Salah satu pemanis alami yang kerap direkomendasikan adalah sirup agave. Pemanis ini berasal dari tanaman sukulen agave yang banyak tumbuh di Meksiko.
Agave memiliki rasa sekitar 1,5 kali lebih manis daripada gula pasir dengan tekstur yang lebih cair. Karena berasal dari tumbuhan, sirup ini juga banyak digunakan sebagai pemanis dalam menu vegan.
Menurut ahli gizi Courtney Pelitera, MS, RDN, sirup agave memiliki indeks glikemik sekitar 20, jauh lebih rendah dibanding gula pasir yang berada di kisaran 80. Hal tersebut membuat tubuh mencerna agave lebih lambat sehingga kenaikan gula darah cenderung lebih terkendali.
Kandungan fruktosa pada agave yang mencapai sekitar 80 persen menjadi alasan utama rendahnya indeks glikemik tersebut.
“Molekul fruktosa harus dimetabolisme terlebih dahulu di hati sehingga lonjakan gula darah menjadi lebih kecil,” jelas dr. Antik Shah.
2. Stevia
Alternatif lainnya adalah stevia yang berasal dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana. Pemanis ini hampir tidak mengandung kalori maupun karbohidrat sehingga banyak dipilih oleh penderita diabetes.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan stevia dengan potensi membantu mengendalikan kadar glukosa darah serta tekanan darah pada sebagian orang.
Meski begitu, cita rasanya berbeda dengan gula biasa. Beberapa produk stevia dapat meninggalkan sensasi pahit sehingga tidak semua orang menyukainya.
Stevia dinilai aman digunakan sebagai pengganti gula jika dikonsumsi sesuai batas yang dianjurkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menetapkan batas konsumsi harian stevia sebesar 4 miligram per kilogram berat badan.
3. Mana yang Lebih Baik?
Menurut dr. Shah, baik madu, sirup agave, maupun stevia bukan berarti otomatis lebih sehat dibanding gula biasa. Semua jenis pemanis tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Namun, jika tujuan utamanya adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil, stevia dinilai lebih unggul karena memiliki indeks glikemik nol. Artinya, pemanis ini tidak memicu peningkatan gula darah serta tidak mengandung kalori maupun karbohidrat.
Sementara itu, sirup agave memang memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada gula pasir, tetapi tetap mengandung gula alami yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah apabila dikonsumsi berlebihan.
Oleh karena itu, stevia menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan bagi orang yang ingin mengontrol gula darah, sedangkan sirup agave masih dapat digunakan sesekali dengan porsi yang tetap dibatasi.
