
Jakarta – Kopi tak hanya dikenal sebagai minuman penambah energi. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk kemungkinan mendukung proses penuaan yang lebih sehat.
Salah satu studi yang dipublikasikan di BMJ Mental Health menemukan bahwa kebiasaan minum sekitar tiga hingga empat cangkir kopi per hari berkaitan dengan panjang telomer yang lebih baik pada penderita gangguan kejiwaan berat. Telomer merupakan bagian di ujung kromosom yang berfungsi melindungi DNA dan sering digunakan sebagai salah satu indikator penuaan sel.
Mengutip Medical News Today (1/12/2025), berikut penjelasan mengenai temuan tersebut.
1. Konsumsi kopi dikaitkan dengan telomer yang lebih panjang
Penelitian melibatkan 436 orang berusia 18-65 tahun yang mengalami gangguan spektrum skizofrenia, bipolar, maupun depresi. Seluruh data dikumpulkan di empat unit psikiatri di Oslo, Norwegia, dalam periode 2007 hingga 2018.
Hasilnya menunjukkan peserta yang rutin mengonsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir kopi setiap hari memiliki panjang telomer yang setara dengan orang yang usia biologisnya diperkirakan sekitar lima tahun lebih muda. Sebaliknya, peserta yang tidak minum kopi cenderung memiliki telomer lebih pendek.
Namun, manfaat tersebut tidak terlihat pada kelompok yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari.
2. Kandungan antioksidan diduga menjadi penyebabnya
Para peneliti menduga efek tersebut berasal dari berbagai senyawa bioaktif yang terkandung dalam kopi, bukan semata-mata karena kafeinnya.
Ahli gizi Michelle Routhenstein, MS, RD, CDCES, CDN, menjelaskan bahwa kopi mengandung asam klorogenat (chlorogenic acid/CGA) dan trigonelin, dua senyawa antioksidan yang membantu melawan radikal bebas serta melindungi DNA dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Kedua senyawa tersebut juga diduga membantu memperlambat pemendekan telomer dengan cara mengurangi peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh.
3. Konsumsi secukupnya tetap menjadi kunci
Meski penelitian menemukan manfaat pada konsumsi tiga hingga empat cangkir kopi per hari, bukan berarti jumlah yang lebih banyak akan memberikan hasil yang lebih baik.
Peneliti justru menemukan bahwa manfaat tersebut tidak bertambah pada konsumsi di atas empat cangkir setiap hari. Karena itu, konsumsi kopi dalam jumlah sedang dinilai sebagai pilihan yang paling aman untuk memperoleh manfaat kesehatannya.
4. Terlalu banyak kopi juga memiliki risiko
Asupan kopi berlebihan dapat memicu sejumlah efek samping, salah satunya mengganggu kualitas tidur. Padahal, kurang tidur diketahui berkaitan dengan percepatan penuaan biologis serta meningkatnya stres yang juga dapat memengaruhi panjang telomer.
Selain itu, konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan insomnia, kecemasan, tekanan darah meningkat, gangguan penyerapan kalsium dan zat besi, hingga masalah pada sistem pencernaan.
5. Temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan
Penulis studi menegaskan bahwa penelitian ini hanya menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi dan panjang telomer, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Panjang telomer juga hanyalah salah satu indikator penuaan biologis, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah kopi benar-benar mampu memperlambat proses penuaan.
Meski demikian, berbagai penelitian lain menunjukkan kopi tetap dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat jika dikonsumsi tanpa tambahan gula, krimer, maupun pemanis berlebih. Kopi hitam, seperti espresso atau seduhan biasa, dinilai sebagai pilihan yang lebih baik, asalkan tidak diminum terlalu dekat dengan waktu tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.
