
Jakarta – Menurunkan berat badan bukan hanya soal memilih makanan sehat. Waktu makan, kebiasaan menjelang malam, hingga kualitas tidur juga bisa memengaruhi keberhasilan diet. Ada beberapa kebiasaan setelah pukul 5 sore yang sebaiknya dihindari agar berat badan lebih mudah terkontrol.
Saat menjalani program penurunan berat badan, seseorang perlu mengatur pola makan sepanjang hari. Terlalu membatasi makanan justru bisa membuat rasa lapar semakin kuat menjelang malam dan akhirnya memicu makan berlebihan.
Menurut ahli gizi yang dikutip dari Eating Well, menjaga pola makan tetap teratur, mengontrol porsi camilan, serta mendapatkan tidur yang cukup dapat membantu mendukung penurunan berat badan.
Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah jam 5 sore jika sedang berusaha menurunkan berat badan.
1. Membiarkan Diri Terlalu Lapar
Diet bukan berarti harus menahan lapar sepanjang hari. Jika asupan makanan pada siang hari terlalu sedikit, rasa lapar biasanya akan muncul lebih kuat pada sore atau malam hari.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang sulit mengontrol porsi ketika akhirnya makan. Ahli gizi Nicole Stefanow menyarankan konsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat secara teratur setiap 3-4 jam.
Pola makan tersebut dapat membantu menjaga rasa kenyang sekaligus mengurangi keinginan makan berlebihan pada malam hari.
Jika ingin menikmati camilan sore, pilih makanan yang mengandung protein atau serat. Contohnya apel dengan selai kacang.
2. Makan Camilan Langsung dari Bungkusnya
Kebiasaan mengambil camilan langsung dari kemasan juga dapat membuat jumlah makanan yang dikonsumsi sulit dikontrol.
Ahli gizi Ruth Houston menyarankan untuk memindahkan makanan ringan ke dalam piring atau wadah dengan porsi tertentu. Setelah itu, jauhkan kemasan makanan agar tidak terus mengambil camilan tanpa sadar.
Cara sederhana ini dapat membantu memperhatikan jumlah makanan yang masuk ke tubuh dan mencegah makan berlebihan.
3. Terlalu Sering Begadang
Waktu tidur ternyata juga berkaitan dengan pengaturan berat badan. Terlalu lama terjaga pada malam hari dapat memberikan lebih banyak kesempatan untuk ngemil, terutama ketika rasa bosan atau kebiasaan muncul.
Ahli gizi Melissa Mitri menyarankan membuat jadwal tidur yang teratur dan mengurangi aktivitas yang membuat seseorang terus terjaga hingga larut malam.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi pola makan pada hari berikutnya. Orang yang tidur kurang dari tujuh jam cenderung lebih mudah ngemil dan mengonsumsi lebih sedikit buah serta sayuran.
4. Menghindari Karbohidrat Saat Makan Malam
Karbohidrat tidak selalu menjadi penyebab kenaikan berat badan. Nutrisi ini tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, termasuk untuk otak dan sistem saraf pusat.
Karena itu, tidak perlu menghilangkan karbohidrat sepenuhnya dari menu makan malam. Yang lebih penting adalah memilih sumber karbohidrat yang tepat dan mengonsumsinya dalam porsi sesuai kebutuhan.
Makan malam dengan komposisi yang seimbang justru dapat membantu mencegah rasa lapar berlebihan yang berujung pada keinginan ngemil setelahnya.
5. Sering Membuka Kulkas Larut Malam
Keinginan makan pada malam hari tidak selalu muncul karena rasa lapar. Stres, bosan, kebiasaan, atau sekadar melihat makanan yang tersedia juga dapat memicu keinginan ngemil.
Karena itu, hindari terlalu sering membuka kulkas ketika sudah larut malam, terutama jika isinya didominasi makanan tinggi kalori.
Sebagai gantinya, sediakan pilihan makanan yang lebih sehat di rumah, seperti buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, atau sumber protein rendah lemak.
Intinya, keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsi. Mengatur pola makan sejak siang, memilih camilan dengan bijak, tidak begadang, dan menjaga keseimbangan nutrisi saat makan malam juga penting agar usaha menurunkan berat badan lebih konsisten.
